Di Mana Allah? — Jawaban Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Penjelasan Salaf

 

Di Mana Allah? — Jawaban Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Penjelasan Salaf

Pertanyaan yang Penting dalam Aqidah

Pertanyaan “Di mana Allah?” bukanlah pertanyaan yang asing dalam Islam. Bahkan, Rasulullah ﷺ sendiri pernah bertanya kepada seorang budak perempuan:

“Ainallah (Di mana Allah)?”
Budak itu menjawab: “Di langit (Fis-samā’)”.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“A’taq-ha fa innahā mu’minah” – “Bebaskan dia, karena dia seorang mukminah.”

(HR. Muslim no. 537)

Hadits ini adalah dalil yang sangat kuat bahwa mengenal tempat Allah merupakan bagian dari keimanan.


📖 Jawaban dari Al-Qur’an

Al-Qur’an menyebutkan berkali-kali bahwa Allah di atas langit, yaitu di atas ‘Arsy (singgasana-Nya), bukan di mana-mana atau menyatu dengan makhluk.

🔹 1. Allah di atas ‘Arsy

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, yang beristiwa di atas ‘Arsy.”
(QS. Thaha: 5)

ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ
“Kemudian Dia beristiwa di atas ‘Arsy.”
(QS. Al-A’raf: 54, Yunus: 3, Ar-Ra’d: 2, Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4, Al-Hadid: 4)

➡️ Istiwā’ berarti tinggi dan berada di atas, sebagaimana dijelaskan oleh para salaf (lihat penjelasan di bawah).

🔹 2. Allah di Langit (di atas)

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
“Apakah kamu merasa aman terhadap (Allah) yang di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu?”
(QS. Al-Mulk: 16)

➡️ Ulama salaf memahami ayat ini sebagai dalil bahwa Allah berada di atas, bukan dalam makna majaz atau makna batin.


🕋 Jawaban dari Hadits Shahih

Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Allah berada di atas atau di langit sangat banyak, di antaranya:

🔹 Hadits Budak Wanita (Jariyah) — Muslim no. 537

Rasul ﷺ bertanya:
“Ainallah?”
Jawab: “Fis-samā’” (di langit)
Rasul ﷺ bersabda: “Bebaskan dia, karena dia seorang mukminah”.

➡️ Rasulullah ﷺ membenarkan jawaban bahwa Allah di langit, dan menjadikannya tolok ukur keimanan.

🔹 Doa Nabi ﷺ Saat Perang Badr

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan janji-Mu, ya Allah jika Engkau binasakan kelompok ini, Engkau tidak akan disembah lagi di bumi ini.”
Kemudian beliau ﷺ menengadahkan tangan ke langit, menunjukkan keyakinan bahwa Allah di atas.

🔹 Hadits Mi'raj

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi ﷺ naik ke langit demi langit, sampai akhirnya bertemu dengan Allah di atas langit ke tujuh, di atas Sidratul Muntaha.


👤 Penjelasan Para Sahabat dan Ulama Salaf

Ulama Salafus Shalih telah sepakat bahwa Allah berada di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya, namun tidak serupa dengan makhluk dan tidak membutuhkan tempat.

📌 1. Imam Malik bin Anas (wafat 179 H)

Ketika ditanya tentang makna “istiwa”, beliau berkata:

“Al-Istiwa’ ma’lūm, wal-kaifu majhūl, wal-īmānu bihi wājib, was-su’ālu ‘anhu bid’ah.”
“Istiwa’ itu diketahui (maknanya: berada di atas), bagaimana caranya tidak diketahui, mengimaninya wajib, dan bertanya tentang bagaimana caranya adalah bid’ah.”

📚 Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan lainnya.

📌 2. Abu Bakr Ash-Shiddiq (wafat 13 H)

Beliau berkata:

“Ketahuilah bahwa Allah memiliki batas. Barang siapa yang tidak meyakini bahwa Allah memiliki batas, maka ia tidak mengetahui Allah.”
(Riwayat Ibnu Abdil Barr, dalam At-Tamhid 7/145)

➡️ Maksudnya, Allah maha tinggi dan tidak berada di mana-mana, melainkan di atas, berbeda dari makhluk.

📌 3. Abu Hanifah (wafat 150 H)

Dalam kitab Al-Fiqh Al-Akbar, beliau berkata:

“Dan Allah berada di atas langit, tidak di bumi.”
(Al-Fiqh Al-Akbar, hlm. 301)

📌 4. Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H)

“Allah berada di atas ‘Arsy, dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.”

➡️ Menunjukkan bahwa meskipun Allah berada di atas, tetapi ilmu-Nya tetap dekat dengan makhluk.


⚠️ Bantahan Terhadap Pemahaman Menyimpang

Ada yang berkata: “Allah tidak di mana-mana” atau “Allah menyatu dengan makhluk”. Ini adalah pendapat batil yang bertentangan dengan:

  • Nash Qur’an dan hadits shahih

  • Pemahaman para sahabat dan ulama salaf

  • Fitrah manusia yang berdoa dengan menengadah ke langit

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata:

“Tidak ada seorang pun dari salaf dan imam kecuali mereka mengatakan: Sesungguhnya Allah berada di atas langit, di atas ‘Arsy, dan tidak ada satu pun dari makhluk-Nya yang serupa dengan-Nya.”
(Al-‘Uluw li al-‘Aliyy, hlm. 250)


🧾 Kesimpulan

  • Allah berada di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih.

  • Para sahabat dan ulama salaf bersepakat akan hal ini, dan menjadikannya bagian dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

  • Tidak boleh menakwil atau menyimpangkan makna ayat dan hadits dengan akal atau filsafat.

  • Allah di atas, namun tidak serupa dengan makhluk, dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.


📚 Referensi

  1. Al-Qur’an Al-Karim

  2. Shahih Muslim no. 537

  3. Al-‘Uluw li al-‘Aliyy (Imam Adz-Dzahabi)

  4. Al-Fiqh Al-Akbar (Imam Abu Hanifah)

  5. At-Tamhid (Ibnu Abdil Barr)

  6. Syarh Aqidah Thahawiyah

  7. Majmu' Fatawa (Ibnu Taimiyyah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agama Paling Masuk Akal di Dunia: Tinjauan dari Berbagai Aspek

Memahami Hadis Shahih, Hasan, Dhaif, dan Maudhu

Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu - Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas