Rebo Wekasan
Rebo Wekasan adalah istilah dalam tradisi masyarakat Jawa untuk menyebut Rabu terakhir di bulan Safar (bulan kedua dalam kalender Hijriah). Kata wekasan berasal dari bahasa Jawa yang berarti “terakhir.”
*Asal Usul Keyakinan
-
Dalam kepercayaan sebagian orang, hari Rabu terakhir Safar dianggap sebagai hari turunnya banyak bala (musibah).
-
Oleh karena itu, ada tradisi melakukan amalan atau ritual khusus, seperti shalat tolak bala, membaca doa tertentu, atau sedekah.
*Bantahan
Tidak ada dalil yang shahih dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi ﷺ yang secara khusus menyebutkan keutamaan atau anjuran ibadah tertentu pada Rebo Wekasan (Rabu terakhir di bulan Safar).
Penjelasan Ulama
-
Tidak ada hadits shahih tentang keyakinan bahwa bulan Safar adalah bulan sial atau turunnya bala di hari Rabu terakhir Safar.
-
Nabi ﷺ bersabda:
"Tidak ada kesialan pada bulan Safar."
(HR. Bukhari no. 5757, Muslim no. 2220)
Hadits ini menolak keyakinan jahiliyah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan penuh kesialan.
-
-
Amalan khusus Rebo Wekasan seperti shalat tolak bala 4 rakaat, mandi tolak bala, atau ritual tertentu tidak memiliki landasan dari syariat. Banyak ulama menyebutnya sebagai amalan yang tidak ada contoh dari Rasulullah ﷺ.
-
Ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dan Syaikh Al-Albani menegaskan bahwa meyakini hari tertentu membawa sial tanpa dalil adalah bentuk tahayul (kepercayaan batil).
Kapan Rebo Wekasan Bisa Jadi Syirik?
-
Jika meyakini bahwa hari Rabu terakhir Safar membawa sial atau bala tanpa izin Allah.
Ini termasuk keyakinan tahayul (khurafat) karena meyakini adanya kekuatan selain Allah yang menentukan nasib.
Nabi ﷺ bersabda:“Tidak ada thiyarah (kesialan karena tanda atau hari tertentu), tidak ada kesialan pada bulan Safar...”
(HR. Bukhari no. 5757, Muslim no. 2220) -
Jika melakukan ritual tertentu (mandi, sedekah, shalat khusus) dengan keyakinan bahwa itu wajib dan pasti menolak bala, padahal tidak ada dalilnya.
Ini bisa menjadi bid’ah (perkara baru dalam agama) yang haram jika diyakini sebagai ajaran Islam.
Kapan Tidak Syirik?
-
Jika seseorang hanya shalat, berdoa, sedekah, atau membaca Al-Qur’an di hari itu tanpa keyakinan khusus bahwa hari Rabu Safar punya kekuatan tertentu, maka itu tidak syirik karena doa dan sedekah memang dianjurkan kapan saja.
-
Rebo Wekasan adalah tradisi masyarakat Jawa, bukan ajaran Islam.
-
Tidak ada dalil shahih dari Rasulullah ﷺ yang mengajarkan ritual khusus pada hari itu.
-
Yang benar, pada bulan Safar maupun hari apa pun, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan amal saleh tanpa meyakini ada “hari sial.”
Amalan-amalan khusus Rebo Wekasan tidak dianjurkan karena tidak pernah dilakukan Nabi ﷺ.
Komentar
Posting Komentar