Cinta Dunia Berlebihan: Bahaya Besar dalam Pandangan Islam
Cinta Dunia Berlebihan: Bahaya Besar dalam Pandangan Islam
Islam adalah agama yang menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dunia bukanlah tujuan utama, melainkan sarana menuju akhirat. Namun, ketika cinta dunia melampaui batas, ia menjadi penyakit hati yang membinasakan. Allah dan Rasul-Nya telah memperingatkan keras tentang bahayanya, dan para salafus shalih sangat mewaspadainya.
Dalil dari Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan saling bermegah-megahan di antara kalian serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan..."
(QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini menggambarkan dunia sebagai hal yang fana dan menipu. Siapa yang terjerumus dalam kecintaan dunia akan terlalaikan dari akhirat.
Allah juga berfirman:
"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami akan berikan kepada mereka balasan amal mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di akhirat tidak akan mendapatkan bagian."
(QS. Hud: 15)
Ayat ini menunjukkan bahwa mengejar dunia semata tanpa menginginkan akhirat adalah sebab kehilangan bagian di akhirat.
Sabda Nabi ﷺ tentang Bahaya Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Tetapi aku takut dunia dibukakan bagi kalian sebagaimana telah dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba seperti mereka, dan akhirnya dunia membinasakan kalian sebagaimana membinasakan mereka."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ mengkhawatirkan cinta dunia yang akan melalaikan umatnya, bukan kemiskinan.
Beliau juga bersabda:
"Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan (dosa)."
(HR. Baihaqi, sanad hasan)
Pandangan Para Sahabat
1. Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:
"Jika seseorang terlalu mencintai dunia, maka ia tidak akan peduli dengan cara apa ia mendapatkannya."
2. Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:
"Dunia berjalan menjauhi akhirat. Keduanya seperti dua istri: jika kamu menyenangkan yang satu, kamu akan membuat yang lainnya marah. Maka pilihlah akhirat, karena dunia akan mengikuti."
Pandangan Ulama Salaf
1. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
"Hancurlah orang-orang yang tenggelam dalam dunia, dan mereka tidak sadar bahwa mereka sedang binasa."
2. Ibrahim bin Adham رحمه الله berkata:
"Cinta dunia mengeraskan hati dan menjauhkan dari Allah."
3. Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله berkata:
"Zuhud terhadap dunia bukan berarti mengharamkan yang halal, tetapi engkau lebih yakin terhadap apa yang ada di sisi Allah dibandingkan apa yang ada di tanganmu."
Ciri-Ciri Orang yang Mencintai Dunia Berlebihan
-
Malas beribadah karena sibuk mengejar dunia.
-
Tidak peduli halal-haram dalam mencari harta.
-
Sombong dan membanggakan harta, jabatan, dan keturunan.
-
Mengabaikan akhirat, jarang mengingat kematian atau hari hisab.
-
Takut miskin dan kehilangan harta, hingga menjadi pelit.
Penutup
Mencintai dunia secara berlebihan adalah penyakit hati yang menghancurkan akhirat. Islam tidak melarang menikmati dunia, tetapi mewajibkan agar dunia tidak menguasai hati. Dunia hanyalah jalan, bukan tujuan. Marilah kita berzuhud dari dunia dan mengutamakan akhirat, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, para sahabat, dan para ulama salaf.
"Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia..."
(QS. Al-Qashash: 77)
Komentar
Posting Komentar