Doa Penutup Majelis Sesuai Sunnah

 

Doa Penutup Majelis Sesuai Sunnah: Lafal, Arti, dan Dalil Shahih


Setiap majelis yang dihadiri oleh kaum muslimin, baik itu majelis ilmu, diskusi, pengajian, atau pertemuan biasa, sangat dianjurkan untuk ditutup dengan doa. Tujuan dari doa ini adalah untuk menghapus kekeliruan atau kesalahan yang mungkin terjadi selama majelis berlangsung. Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kepada umatnya sebuah doa penutup majelis yang singkat namun penuh makna, dan yang paling penting: bersumber dari hadits yang shahih.


Lafal Doa Penutup Majelis

Doa ini dikenal juga dengan sebutan Kaffaratul Majlis, yaitu sebagai penebus dari kesalahan selama duduk di majelis.

Arab:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin:

Subhānaka Allāhumma wa biḥamdik, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik.

Artinya:

"Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."


Dalil Hadits Shahih

Doa ini bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh beberapa perawi terpercaya, di antaranya:

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
"Rasulullah ﷺ apabila duduk di suatu majelis, beliau membaca di akhir majelis tersebut:
‘Subhānaka Allāhumma wa biḥamdik, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik’."

(HR. Abu Dawud no. 4859, At-Tirmidzi no. 3434; dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani)


Keutamaan Doa Penutup Majelis

  1. Menghapus kesalahan selama majelis
    Banyak dari kita yang mungkin tanpa sadar mengucapkan kata-kata sia-sia atau tidak pantas saat berada di majelis. Doa ini berfungsi sebagai bentuk istighfar dan penebus dari kelalaian tersebut.

  2. Tanda adab seorang muslim
    Menutup majelis dengan doa adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Hal ini mencerminkan bahwa seorang muslim selalu ingin majelisnya diberkahi dan diampuni.

  3. Ringan diamalkan, besar pahalanya
    Doa ini sangat singkat dan mudah dihafal, sehingga dapat diamalkan di berbagai kesempatan — tidak hanya dalam majelis ilmu, tetapi juga dalam rapat kerja, pertemuan keluarga, hingga obrolan santai.


Kapan Dianjurkan Membaca Doa Ini?

Doa ini dianjurkan dibaca setiap kali hendak mengakhiri majelis atau pertemuan. Baik majelis resmi seperti kajian dan pengajian, atau majelis umum seperti kumpul keluarga, diskusi, bahkan nongkrong bersama teman.


Penutup

Menutup majelis dengan doa bukan hanya sekadar ritual, tetapi merupakan bentuk ketundukan kita kepada Allah ﷻ dan bagian dari mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Dengan membiasakan diri membaca kaffaratul majlis, kita berharap setiap perkumpulan yang kita ikuti menjadi berkah, bermanfaat, dan diampuni dari segala kekhilafan.

Mari kita amalkan doa ini dalam setiap majelis, dan ajarkan kepada keluarga serta sahabat-sahabat kita.

Wallahu a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Hadis Shahih, Hasan, Dhaif, dan Maudhu

Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu - Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Benarkah Amalan 3, 7, 40, 100, 1000 Hari setelah kematian Itu Dibenarkan dalam Islam?