Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Perbedaan Akidah dan Tauhid dalam Islam

  Perbedaan Akidah dan Tauhid dalam Islam (Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Penjelasan Ulama Salaf) 1. Definisi Akidah dan Tauhid Akidah berasal dari kata al-‘aqd (العقد) yang berarti ikatan yang kuat. Dalam istilah syar’i, akidah adalah keimanan yang teguh terhadap Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, qadha dan qadar, serta perkara ghaib lainnya yang datang dari Al-Qur’an dan Sunnah. ➡️ Dengan kata lain, akidah adalah keseluruhan sistem keimanan seorang Muslim. Tauhid berasal dari kata wahhada (وحّد) yang artinya mengesakan. Dalam istilah syar’i, tauhid adalah mengesakan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah, dan asma wa sifat-Nya. ➡️ Tauhid merupakan inti dari akidah Islam. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Pokok agama dan pangkalnya adalah tauhid. Ia adalah hakikat iman yang dengannya Allah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya.” (Madarijus Salikin, 1/69) 2. Dalil Al-Qur’an Tentang akidah secara umum ...

Mengenal Kelompok Aboge: Sejarah, Keyakinan, dan Sikap Kita Menyikapinya

  Mengenal Kelompok Aboge: Sejarah, Keyakinan, Praktiknya di Tengah Masyarakat dan Sikap Kita Menyikapinya Di tengah keragaman budaya dan keyakinan di Indonesia, ada sebuah kelompok keagamaan tradisional yang dikenal dengan Aboge . Nama ini berasal dari singkatan Alif Rebo Wage , yang merujuk pada perhitungan kalender Jawa-Islam yang mereka gunakan. Meskipun bagi sebagian orang dianggap sekadar tradisi lokal, praktik Aboge menyimpan keyakinan yang cukup unik dan bahkan menyimpang dari ajaran Islam yang murni. Mari kita mengenal sejarah, keyakinan, dan bagaimana Islam memandang fenomena ini. Sejarah Singkat Aboge Aboge muncul dari akulturasi antara ajaran Islam dengan budaya Jawa kuno. Pada masa penyebaran Islam, sebagian masyarakat Jawa masih kuat memegang tradisi Hindu-Buddha dan kepercayaan animisme. Maka, ketika Islam datang, ada sebagian orang yang mencoba menggabungkan ajaran Islam dengan hitungan Jawa kuno. Salah satu wujudnya adalah penggunaan kalender Aboge (Alif...

Birrul Walidain: Jalan Surga Lewat Bakti kepada Orang Tua

  Birrul Walidain: Jalan Surga Lewat Bakti kepada Orang Tua Dalam hidup ini, ada satu pintu kebaikan yang tidak bisa digantikan dengan apa pun: berbakti kepada orang tua . Islam menempatkan birrul walidain di posisi yang sangat tinggi, bahkan Allah menyandingkan perintah berbuat baik kepada orang tua setelah perintah menyembah-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua …” (QS. An-Nisā’: 36) Perhatikan ayat ini. Setelah tauhid, langsung disebut orang tua. Itu artinya, ridha Allah sangat erat dengan ridha mereka. Ibu, Tiga Kali Lebih Utama Ada satu hadits yang sangat terkenal. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ: “Siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Lalu sahabat itu bertanya lagi, dan jawabannya tetap: “Ibumu.” Hingga tiga kali. Baru pada yang keempat Nabi ﷺ menjawab: “Ayahmu.” (HR. Bukhari & Muslim) Kenapa...

Mengapa Sebagian Ulama Al-Azhar Berpendapat “Allah di Mana-Mana”? — Telaah dan Tanggapan Berdasarkan Aqidah Salaf

  Mengapa Sebagian Ulama Al-Azhar Berpendapat “Allah di Mana-Mana”? — Telaah dan Tanggapan Berdasarkan Aqidah Salaf Al-Azhar Mesir adalah salah satu lembaga Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia Islam. Banyak ulama ternama lahir dari institusi ini. Namun, di dalam hal akidah, terutama dalam pertanyaan “Di mana Allah?” , sebagian besar ulama Al-Azhar masa kini menjawab: “Allah ada di mana-mana” . Pertanyaannya adalah: Mengapa mereka berkata demikian? Apakah itu sesuai dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman salafus shalih? Mari kita telaah. 🧠 Akar Pandangan: Pengaruh Ilmu Kalam Sebagian besar ulama Al-Azhar dalam urusan aqidah merujuk kepada manhaj Asy’ariyah , sebuah mazhab teologis yang lahir bukan pada masa salaf , tetapi muncul pada abad ke-3 hijriyah oleh Abu Al-Hasan Al-Asy’ari (w. 324 H) . 📌 Apa yang diyakini Asy’ariyah tentang “di mana Allah?”: Mereka menolak Allah berada di atas langit secara hakiki , karena khawatir itu menyerupakan Allah dengan ...

Di Mana Allah? — Jawaban Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Penjelasan Salaf

  Di Mana Allah? — Jawaban Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits Shahih, dan Penjelasan Salaf ✅ Pertanyaan yang Penting dalam Aqidah Pertanyaan “Di mana Allah?” bukanlah pertanyaan yang asing dalam Islam. Bahkan, Rasulullah ﷺ sendiri pernah bertanya kepada seorang budak perempuan: “Ainallah (Di mana Allah)?” Budak itu menjawab: “Di langit (Fis-samā’)” . Rasulullah ﷺ bersabda: “A’taq-ha fa innahā mu’minah” – “Bebaskan dia, karena dia seorang mukminah.” (HR. Muslim no. 537) Hadits ini adalah dalil yang sangat kuat bahwa mengenal tempat Allah merupakan bagian dari keimanan . 📖 Jawaban dari Al-Qur’an Al-Qur’an menyebutkan berkali-kali bahwa Allah di atas langit , yaitu di atas ‘Arsy (singgasana-Nya), bukan di mana-mana atau menyatu dengan makhluk. 🔹 1. Allah di atas ‘Arsy الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, yang beristiwa di atas ‘Arsy.” (QS. Thaha: 5) ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ “Kemudian Dia beristiwa di atas ‘Arsy.” (QS. ...

Agama Paling Masuk Akal di Dunia: Tinjauan dari Berbagai Aspek

  Agama Paling Masuk Akal di Dunia: Tinjauan dari Berbagai Aspek Agama merupakan kebutuhan spiritual manusia yang paling mendasar. Di antara berbagai sistem kepercayaan yang ada, banyak orang mencari agama yang paling masuk akal , yakni agama yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan besar kehidupan secara logis, konsisten, dan komprehensif . Artikel ini mencoba meninjau agama yang paling masuk akal dari beberapa aspek: akal sehat, keselarasan dengan sains, keutuhan ajaran, sumber kitab suci, hingga pengaruhnya terhadap peradaban manusia . 1. Aspek Akal Sehat dan Logika Akal sehat adalah anugerah utama manusia untuk membedakan benar dan salah. Agama yang masuk akal tentu tidak bertentangan dengan logika dasar manusia. Dalam hal ini: Islam mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan (QS. Al-Ikhlas: 1–4). Ini sejalan dengan konsep tauhid yang logis dan tidak membingungkan. Tuhan dalam Islam tidak menyerupai makhluk-Nya (QS. Ash-Shura: 11), yang m...

Jika Anak Perempuan Satu-satunya dan Sudah Menikah, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Orang Tuanya?

  Jika Anak Perempuan Satu-satunya dan Sudah Menikah, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Orang Tuanya? 1. Hukum Asal: Berbakti kepada Orang Tua Adalah Kewajiban Semua Anak Allah berfirman: وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًا “Dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Baqarah: 83) Perintah ini umum , berlaku untuk anak laki-laki maupun perempuan. Maka meskipun dia perempuan dan satu-satunya anak, dia tetap wajib berbakti , menjaga, dan memperhatikan kebutuhan orang tuanya sesuai kemampuan dan kondisinya . 2. Setelah Menikah, Tanggung Jawab Utama Perempuan Berpindah ke Suaminya Rasulullah ﷺ bersabda: "Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada selain Allah, maka aku akan perintahkan seorang istri sujud kepada suaminya..." (HR. Tirmidzi no. 1159, hasan shahih) 👉 Artinya, setelah menikah, istri terikat tanggung jawab terhadap suaminya , dan tidak boleh meninggalkan rumah atau mengurus urusan lain tanpa izin suami — termasuk dalam hal me...

Siapakah yang Bertanggung Jawab atas Orang Tua: Anak Laki-Laki atau Perempuan?

  Siapakah yang Bertanggung Jawab atas Orang Tua: Anak Laki-Laki atau Perempuan? Islam sangat menekankan pentingnya birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Namun, dalam pelaksanaan tanggung jawab fisik dan materi terhadap orang tua, muncul pertanyaan: apakah tanggung jawab itu lebih besar di pundak anak laki-laki atau perempuan? 1. Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua Berlaku Umum Allah Ta’ala berfirman: وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُواْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًا “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak...” (QS. Al-Isra’ : 23) Ayat ini menunjukkan bahwa berbuat baik (birr) kepada orang tua adalah kewajiban semua anak , baik laki-laki maupun perempuan, selama mereka masih hidup dan mampu. Rasulullah ﷺ bersabda: "Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi no. 1899, dihasankan oleh Syaikh Al-Alban...

Tauhid: Pondasi Islam dan Kunci Keselamatan Abadi

  Tauhid: Pondasi Islam dan Kunci Keselamatan Abadi Pendahuluan Tauhid adalah inti dari Islam. Ia merupakan pondasi yang menjadi dasar diterimanya amal, tujuan utama penciptaan manusia dan jin, serta inti dari dakwah seluruh nabi dan rasul. Tanpa tauhid, seorang hamba tidak akan selamat di akhirat meskipun banyak amal kebaikan yang ia lakukan. Allah SWT berfirman: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56) Ibadah yang dimaksud dalam ayat ini tidak lain adalah tauhid—menyembah Allah semata tanpa menyekutukan-Nya sedikit pun. Ini pula yang menjadi dakwah pertama Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau diutus kepada kaumnya. Makna dan Pembagian Tauhid Makna Tauhid Secara bahasa, tauhid (التوحيد) berarti mengesakan , yaitu meyakini bahwa sesuatu itu satu dan tidak ada yang menyamainya. Secara istilah syar’i, tauhid berarti mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya: dalam penciptaan, pengaturan alam...